Sabtu, 10 Januari 2015

DAGELAN LUARR BINASA ALA JOKOWI DAN ANTEK NYA !!

Setelah Meraih Pengharagaan TOKOH PHP TERBAIK 2013-2014

MASIH DAPAT PENGHARGAAN LAGI dari WARGA JAKARTA
DALAM BIDANG PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR MM-Award 2015
--------------------------------------------------------------------------------



REKAM JEJAK BERITA 20 MARET 2013

TIANG MONOREL BERES, JOKOWI " Besok Langsung Ngecor"

::>> http://finance.detik.com/read/2013/03/20/142028/2198988/4/tiang-monorel-beres-jokowi-besok-langsung-ngecor

Jakarta -Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo alias Jokowi telah mendengar kesepakatan antara PT Jakarta Monorail dan PT Adhi Karya Tbk dalam kesepatakan harga tiang pancang. Proyek monorel segera siap dilaksanakan.
"Sudah, sudah, sudah. Kemarin sore sudah. Informasi yang sudah saya terima," kata Jokowi ketika ditemui di Balai Kota, Jakarta, Rabu
(20/3/2013).
Namun dirinya tidak mengetahui harga kesepakatan tersebut. Jokowi mengatakan jika telah menerima hasil kesepakatan tersebut secara resmi, proyek monorel segera jalan. "Itu urusannya b to b (business to business). Kalau dokumen sudah diserahkan ke tim disini terus tunjukin ke saya maka besok ngecor," jelas Jokowi.

Seperti diketahui, proyek monorel Jakarta akhirnya siap terealisasi setelah PT Jakarta Monorail dan PT Adhi Karya Tbk menemui kesepakatan harga pelunasan tiang pancang di angka Rp 190 miliar.
Direktur Utama Adhi Karya Kiswodarmawan mengungkapkan, angka tersebut merupakan hasil negosiasi antara kedua belah pihak dimana sebelumnya, manajemen tetap pada pendirian semula sesuai nilai apraisal.

"Kami kan ada tim apraisal. Dari apraisal itu nilai buku ditambah time value (pembangunan) dari 2007 sampai 2013 itu Rp 212 miliar. Kami sepakat di Rp 190 miliar," kata Kiswodarmawan saat dihubungi detikFinance, yang dikutip Rabu (19/3/2013).
--------------------------------------------------------------
Habis NGECOR...Tebar Pencitraan di DEPAN MEDIA 

REKAM JEJAK BERITA 20 JULI 2013

JOKOWI : "MONOREL RAMPUNG 3,5 TAHUN, dan MRT 6 TAHUN "

::>> http://finance.detik.com/read/2013/06/26/142024/2284818/4/jokowi-monorel-rampung-35-tahun-dan-mrt-6-tahun

Jakarta -Dua proyek transportasi massal di Jakarta yaitu monorel dan mass rapid transit (MRT) telah diresmikan peluncurannya oleh Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi). Kapan proyek ini selesai?
Jokowi mengatakan, dimulainya dua proyek ini, Pemprov DKI berharap masyarakat ibukota mempunyai alat transportasi massal yang baru.

"Monorel dalam 3,5 tahun selesai, kalau MRT 6 tahun. Tahun depan sudah bisa dilihatlah bentuknya bagaimana," ujar Jokowi usai meresmikan proyek monorel DKI Rp 8 triliun yang akan digarap PT Jakarta Monorail. Peresmian dilakukan Jokowi di Silang Monas, Jakarta, Rabu (26/6/2013).

Saat ini, contoh kereta monorel yang akan dipakai Jakarta Monorail dan juga kereta monorel yang akan dipakai konsorsium BUMN, dipajang di Monas. Untuk monorel konsorsium BUMN rencananya untuk rute Bekasi-Cawang, Cibubur-Cawang, dan Cawang-Kuningan. Namun masih menunggu Peraturan Presiden (Perpres)."Untuk seluruh warga ibukota, ini dipajang untuk melihat transportasi. Ada rutenya juga. Dan bagaimana cara naiknya, ticketing. Ini untuk sosialisasi pada saat jadi, kita sudah siap untuk memakai," kata Jokowi.
Jokowi yakin, dengan kedua transportasi baru ini maka kemacetan lalu lintas di Jakarta bisa diatasi.
-------------------------------------------------------------
REKAM JEJAK BERITA 10 JANUARI 2015

JOKOWI TAK SETUJUI PROYEK MONORAIL JAKARTA DILANJUTKAN

::>> http://wartakota.tribunnews.com/2015/01/10/jokowi-tak-setujui-proyek-monorel-jakarta-dilanjutkan

WARTA KOTA, PALMERAH— Presiden RI Joko Widodo memandang bila pembangunan monorel tidak perlu dilanjutkan bila hasil perhitungan dianggap tidak memungkinkan dilakukan.
Pria yang akrab disapa Jokowi tersebut menjelaskan bila monorel, Light Reil Transit (LRT), busway, dan Mass Rapid Transit (MRT) semuanya diperlukan di Jakarta karena Jakarta memiliki penduduk 10 juta jiwa ditambah daerah penyangga sekitar 28 juta jiwa."Ya angkutan massal seperti itu yang diperlukan. Tetapi, kalau dalam kalkulasinya tidak masuk, gimana? Dipaksakan dengan cara apa? Nggak boleh dong. Semua pakai kalkulasi. Tidak boleh dong (dipaksakan). Kalkulasinya harus feasible (layak). Perhitungannya harus masuk, kalau tidak, ya jangan dipaksakan," ungkap Jokowi di Balai Kota, Jumat (9/1/2015).

Sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab disapa Ahok mengaku sudah melaporkan kelanjutan pembangunan Monorel yang dilakukan PT Jakarta Monorail. Tetapi hingga saat ini belum ada sesuatu yang dibangun untuk moda trasportasi massal tersebut karena belum ada kesepakatan Perjanjian Kerjasama terkait pembangunan depo monorel baik di Waduk Setiabudi maupun Tanah Abang. Menyikapi hal tersebut Jokowi mengaku belum mengetahui hitung-hitungannya seperti apa."Saya kan nggak tahu kalkulasi akhirnya seperti apa," katanya lalu tertawa.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama sebelumnya mengtakan bila dirinya sudah berbicara dengan presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) untuk melaporkan nasib pembangunan Monorel. Hasilnya Ahok sapaan akrabnya, Presiden juga tidak setuju bila PT. Jakarta Monorail (PT JM) selaku penyelenggara proyek pengerjaan monorel Jakarta kekeh membangun depo diatas waduk Setia Budi dan Tanah Abang."Saya sudah lapor presiden tadi. Presiden juga mengatakan kalau advice dari Kementrian Pekerjaan Umum tidak mungkin membangun depot di atas Waduk Setiabudi," ungkap Ahok di Balai Kota, Jumat (9/1/2015).
------------------------------------------------------
SEPERTI YANG SUDAH DIPERKIRAKAN (Berita RABU 10 DES 2014)

JAKARTA GAGAL LAGI PUNYA MONORAIL

::>> http://wartakota.tribunnews.com/2014/12/10/jakarta-gagal-lagi-punya-monorel

WARTA KOTA, JAKARTA - Pembangunan moda transportasi massal berbasis rel, monorel, nampaknya hanya menjadi angan-angan warga Ibukota Jakarta.
Pasalnya, Pemprov DKI Jakarta memutuskan untuk menghentikan pembangunan monorel yang akan dilakukan PT Jakarta Monorail (JM) selaku pengembang.

Hal ini dikarenakan syarat yang diminta Pemprov DKI tidak dapat dipenuhi PT Jakarta Monorail (JM) selaku pengembang. Langkah ini sama seperti yang diambil oleh Gubernur DKI Jakarta ke-14 Fauzi Bowo.
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan, PT Jakarta Monorail tidak dapat memenuhi tiga syarat yang diajukan Pemprov DKI Jakarta.

Adapun ketiga syarat tersebut adalah, jaminan bank sebesar 30 persen dari nilai pembangunan, pemindahan depo di Tanah Abang dan Setiabudi.
Dia mengungkapkan, PT Jakarta Monorail tidak dapat memenuhi ketiga syarat tersebut. Sehingga Pemprov DKI Jakarta memutuskan untuk tidak melanjutkan pembangunan monorail."Dari tiga poin itu tak satupun bisa dia penuhi. Yakni soal jaminan bank, Tanah Abang dan Setiabudi. Kamu mau nggak BKT (Banjir Kanal Timur) jebol? Lapindo aja dibor bisa jebol. Jaminan bank yang diminta DKI 30 persen. Tapi PT JM maunya satu persen. Takut nggak loh kalau gitu?" kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (9/12/2014).

Selanjutnya terserah rakyat jakarta mau di apakan dua sejoli tukang jago kibul ini
Mari kita semua bersatu selamatkan NKRI dari rezim dagelan boneka asing dan aseng !!


Klik Like & Share !!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar