Rabu, 10 September 2014

PILKADA LANGSUNG, 86% KEPALA DAERAH TERSANGKUT KORUPSI

Salah satu kelemahan dari sistem pemilihan langsung adalah mahalnya biaya yang harus dikeluarkan oleh calon kepala daerah pada masa kampanye, sehingga banyak kepala daerah yang tergoda memanfaatkan kekuasaan untuk kepentingan pribadi.

Berdasarkan data dari Kementerian Dalam Negeri, 86% atau 330 kepala daerah tersangkut kasus korupsi dengan kerugian negara mencapai Rp 3,7 triliun. Hal ini menjadi salah satu pertimbangan agar dilaksanakannya pemilihan kepala daerah melalui DPRD. Jika ada calon kepala daerah yang diminta gratifikasi oleh pimpinan partai maupun oknum anggota DPRD, dapat langsung dilaporkan ke KPK yang dalam beberapa tahun terakhir terbukti mampu mengawasi oknum anggota DPRD yang korup.


Jadi Si Ahok Menolak Mengancam Keluar Dari Partai Gerindra Karena Menolak System Pilkada Langsung Ini, Karena Ketakutan Terkait Banyak Kasus Korupsi Di Belitung Timur [Tempat Ahok Dulu]

1]. Ahok Tidak Tahu Diri [AROGAN] Dia Jadi Wagub Dki Jakarta Karena Partai Gerindra [Habis Manis Sepah Di Buang]

2]. Ahok Silahkan Keluar Dari Gerindra Asal Keluar Juga Sebagai Wagub Dki Jakarta

3]. Bukti Bongkar Tuntas Korupsi Ahok Di Sini ~>> http://statusindo.blogspot.com/2014/08/bongkar-konspirasi-visi-misi-jokowi.html


4]. Ingat Jokowi & Ahok Adalah Satu Paket - Dalam Misi Asingisasi & Asengisasi....Waspadalah !



Tolak Para Koruptor Menjadi Pemimpin !



Like & Share !





Sumber :
FP Partai Gerakan Indonesia Raya 








Tidak ada komentar:

Poskan Komentar