Senin, 28 Juli 2014

ADAB-ADAB DI HARI ‘IEDUL FITHRI

Sebagai Berikut :

1]. Mandi Sebelum Berangkat Shalat

2]. Memakai pakaian terbaik dan minyak wangi. Untuk wanita dilarang memakai wewangian dan hanya boleh dipakai untuk suaminya.

3]. Menyantap Makanan Sebelum Berangkat shalat Idul Fitri. Adapun pada hari raya Idul Adha disunnahkan untuk tidak makan terlebih dahulu sebelum pelaksanaan sholat.

4]. Pergi menuju lapangan tempat pelaksanaan shalat Ied. Lebih utama melaksanakan sholat Ied di tanah lapang ketimbang di masjid. Karena Rasulullah tidak pernah melaksnakan sholat Ied di dalam masjid kecuali saat hujan. Namun dibolehkan untuk melakukannya di masjid bila tidak menemukan tanah lapang.

5]. Bagi kaum wanita dan anak-anak dianjurkan keluar menuju tanah lapang, untuk menghadiri sholat Ied dan mendengarkan khutbah





6]. Mengeraskan Takbir Ketika Berjalan Menuju Lapangan Tempat Shalat ‘Ied

7]. Melaksanakan Sholat Ied

8]. Mendengarkan khutbah

9]. Mengambil Jalan Lain Ketika Berangkat dan pulang

10]. Dianjurkan berjalan kaki sampai ke tempat shalat dan tidak memakai kendaraan kecuali jika ada hajat.

11]. Tidak Ada Shalat Sunnah Qobliyah ‘Ied dan Ba’diyah ‘Ied

12]. Mengucapkan selamat hari raya: “taqabbalallahu minna wa minka” / "taqabbalallahu minna wa minkum"

13]. Menjawab ucapan selamat idul fitri, dengan ucapan yang sama : “taqabbalallahu minna wa minka” / "taqabbalallahu minna wa minkum"

14]. Bersenang-senang dan bergembira dengan mengadakan pesta atau permainan yang halal/mubah.

Peringatan :

Hindari ikhtilat (bercampur baur) atau berjabat tangan dengan wanita yang bukan mahram. Karena hal tersebut termasuk hal yang diharamkan secara syar'i berdasarkan sabdanya:
لَأَنْ يُطْعَنُ فِيْ رَأْسِ أَحَدِكُمْ بِمِخْيَطٍ مِنْ حَدِيْدٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَمَسَّ امْرَأَةً لاَ تَحِلُّ لَهُ

“Andaikata kepala salah seorang dari kalian ditusuk dengan jarum besi, itu lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya”. 

(HR. Ar-Ruyany dalam Musnadnya no.1282, Ath-Thobrany 20/no. 486-487 dan Al-Baihaqy dalam Syu’abul Iman no. 4544 dan dishohihkan oleh syeikh Al-Albany dalam Ash-Shohihah no. 226)

Demikin semoga bermanfaat.


Like And Share !

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar